merancu dan bergumam tengah malam...

Yang aku tuliskan ini bukanlah makna,
Hanya cerita,
Menjelang waktu sang bulan beranjak ke peraduannya...

Apa yang hendak ditulis?
Bila rasa bahkan tak mampu memaknai eksistensinya...

Tidak mencoba untuk merangkainya dalam indah sajak pujangga,
Cukup bersahaja laksana tulusnya anak remaja memulai cerita

Bukan tentang cinta,
Enyah bilakah tulisan ini ternyata bermakna ke arah sana,
Enyah, karena bukan itu makna yang seharusnya terkandung di dalamnya...

Hanya lelah ketika apa yang membuat ada dan merasa ada,selalu berlalu layaknya kilatan cahaya,
Sepersekian detik.

Tidak layak, tidak layak.
Agaknya harapan terlalu naif melupakan makna dasar itu.
Makna tidak layak.

Kesadaran, itu bukan sekarang! Lalu...ya itu lalu.

Kenyataan, berbesarlah.
Tidak layak.
Terlalu naif harapan, tidak layak.

Berlalulah, seperti biasanya.
Tanpa apa,tanpa siapa,tanpa rasa.
Cukup ada dan menjalani apa yang ada.
Karena jika tidak, jika berharap, hanya akan kembali seperti sedia kala.
Tidak layak.
Mau apa?
Tak ada baiknya memulai,ketika tau akhirnya akan berakhir.
Cukup berlalu, dan menutup pintu.
Seperti biasa.seperti layaknya.
Tak ada artinya membuka mata, mata hanya berikan fatamorgana, cukup bahagia dengan menutupnya.

Diam, tidak membiarkan ada yang membukanya.
Bilakah sadar, sekali terbuka akan sulit lagi untuk menutupnya. Haruskah tertutup lagi dengan terbanting, hingga terkejutlah yang menyadarkan makna dasar itu lagi. Ya, tidak layak.

Cukup bagi sendiri,dengan sendiri. Seperti biasanya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panggil saja, "Yara".

Tentang yang ada dan berlalu...